Publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik seorang dosen karena berkaitan dengan rekam jejak penelitian, pelaporan akademik, dan pengembangan karier. Banyak dosen memilih jurnal tertentu sebagai tempat publikasi berdasarkan kebutuhan akademik yang ingin dicapai. Namun, perubahan sistem akreditasi jurnal sering menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika muncul informasi mengenai perubahan kategori peringkat jurnal.
Salah satu isu yang banyak diperhatikan akademisi adalah penghapusan kategori SINTA 5 dan SINTA 6 dalam sistem akreditasi jurnal. Kondisi tersebut membuat sebagian dosen mempertanyakan bagaimana status artikel yang sebelumnya telah diterbitkan maupun artikel yang masih berada dalam proses publikasi.
Kekhawatiran tersebut muncul karena sebagian dosen menganggap perubahan peringkat jurnal berarti artikel yang telah diterbitkan tidak lagi memiliki nilai akademik. Padahal, status jurnal dan status artikel merupakan dua hal yang berbeda. Artikel ilmiah perlu dilihat berdasarkan kondisi penerbitannya, termasuk status jurnal ketika artikel tersebut dipublikasikan.
Karena itu, dosen perlu memahami strategi publikasi secara lebih menyeluruh. Tidak hanya melihat label peringkat jurnal, tetapi juga memahami konteks penerbitan agar dapat mengambil keputusan akademik secara tepat.
Baca juga: Publikasi Jurnal SINTA: Manfaat, Syarat, dan Cara Submit
Studi Kasus Bu Rina yang Mengira Artikel SINTA 5 Tidak Lagi Diakui
Bu Rina merupakan seorang dosen yang pernah menerbitkan artikel penelitian pada jurnal SINTA 5. Saat artikel tersebut diterbitkan, jurnal masih memiliki status akreditasi aktif dan seluruh proses publikasi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.
Beberapa waktu kemudian, muncul perubahan sistem akreditasi jurnal yang tidak lagi menggunakan kategori SINTA 5 dan SINTA 6. Informasi tersebut membuat Bu Rina merasa khawatir karena menganggap artikel yang telah diterbitkan tidak lagi memiliki nilai akademik.
Bu Rina mulai mempertanyakan apakah artikel tersebut harus diganti dengan publikasi baru. Ia juga mempertanyakan apakah artikel tersebut masih dapat digunakan untuk kebutuhan akademik seperti rekam jejak penelitian atau pengembangan karier dosen.
Namun, permasalahan tersebut sebenarnya muncul karena adanya kesalahpahaman mengenai hubungan antara perubahan status jurnal dan keberadaan artikel ilmiah. Perubahan sistem peringkat jurnal tidak secara otomatis menghapus artikel yang telah diterbitkan sebelumnya.
Baca juga: 7 Hal yang Menunjukan Pentingnya Publikasi Jurnal bagi Dosen
Memahami Perbedaan Status Jurnal dan Status Artikel Ilmiah
Jurnal dan artikel merupakan dua komponen berbeda dalam publikasi ilmiah. Jurnal merupakan wadah penerbitan yang memiliki status akreditasi berdasarkan periode tertentu. Sementara itu, artikel merupakan karya ilmiah yang telah melalui proses editorial, penilaian, dan penerbitan.
Ketika sebuah jurnal mengalami perubahan peringkat atau mengikuti sistem akreditasi baru, kondisi tersebut tidak langsung membuat artikel yang pernah diterbitkan menjadi tidak berlaku. Artikel tetap perlu dinilai berdasarkan kondisi ketika publikasi dilakukan.
Apabila artikel diterbitkan ketika jurnal masih memiliki status akreditasi yang sesuai, maka artikel tersebut tetap merupakan karya ilmiah yang diterbitkan melalui proses yang sah.
Karena itu, dosen tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa seluruh artikel dari jurnal yang mengalami perubahan status kehilangan nilai akademiknya. Penilaian perlu mempertimbangkan waktu penerbitan dan kondisi jurnal pada periode tersebut.
Ketahui juga: Daftar Jurnal Indonesia yang Terindeks Database Web of Science (WoS) 2026
Cara Mengetahui Apakah Artikel SINTA Masih Dapat Digunakan
Ketika ingin menggunakan artikel untuk kebutuhan akademik, dosen perlu melakukan pengecekan secara menyeluruh. Pemeriksaan tidak cukup hanya melihat label peringkat jurnal saat ini, tetapi juga perlu melihat kondisi jurnal ketika artikel diterbitkan.
Salah satu aspek penting adalah status akreditasi jurnal pada periode penerbitan artikel. Dosen dapat melihat dokumen pendukung seperti nomor SK akreditasi jurnal dan periode berlaku akreditasi.
Informasi tersebut membantu memastikan bahwa jurnal memang memiliki status yang sesuai ketika artikel diterbitkan. Selain itu, dosen juga perlu mempertimbangkan kebutuhan penggunaan artikel karena setiap institusi dapat memiliki aturan tambahan.
Artikel yang digunakan untuk kenaikan jabatan akademik, pelaporan BKD, hibah penelitian, atau kebutuhan institusi tertentu perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan memahami seluruh konteks publikasi, dosen dapat menentukan keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat.
Baca juga artikel berikut: Cara Update Publikasi di SINTA dan Mengapa Dosen Perlu Melakukannya
Kesalahan yang Sering Dilakukan Dosen Saat Terjadi Perubahan Akreditasi Jurnal
Perubahan sistem akreditasi jurnal sering menimbulkan kekhawatiran bagi dosen, terutama terkait status publikasi yang telah dimiliki. Namun, kesalahan dalam memahami perubahan tersebut dapat membuat dosen mengambil keputusan yang kurang tepat.
Pemahaman mengenai perbedaan status jurnal dan status artikel menjadi penting agar rekam jejak publikasi dapat dinilai berdasarkan konteks penerbitannya.
1. Menganggap Semua Artikel dari Jurnal Terdampak Menjadi Tidak Berlaku
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah langsung menganggap seluruh artikel dari jurnal tertentu kehilangan nilai akademik. Padahal, keberadaan artikel perlu dilihat berdasarkan proses dan kondisi penerbitannya.
Perubahan sistem akreditasi jurnal berkaitan dengan klasifikasi jurnal, bukan otomatis menghapus seluruh rekam jejak publikasi yang sudah dimiliki dosen.
Artikel ilmiah tetap memiliki riwayat penerbitan yang perlu dinilai berdasarkan waktu publikasinya. Karena itu, dosen perlu menghindari pengambilan keputusan berdasarkan informasi singkat tanpa memahami konteks akademiknya.
Baca juga: Cara Mengecek Jurnal Nasional Tidak Terakreditasi, Pahami Sebelum Publikasi
2. Hanya Melihat Label SINTA Tanpa Memahami Status Publikasi
Sebagian dosen masih menjadikan label SINTA sebagai satu-satunya indikator dalam menilai publikasi. Padahal, terdapat berbagai informasi lain yang perlu diperhatikan.
Nomor SK akreditasi, masa berlaku akreditasi, dan waktu penerbitan artikel menjadi bagian penting dalam menentukan status publikasi. Dalam strategi publikasi ilmiah, keputusan tidak dapat dibuat hanya berdasarkan satu informasi.
Dosen perlu memahami keseluruhan kondisi publikasi agar tidak mengambil langkah yang justru merugikan rekam jejak akademik yang sudah dibangun.
Bagaimana Jika Artikel Masih Dalam Proses Review di Jurnal SINTA 5 atau SINTA 6
Bagi dosen yang masih memiliki artikel dalam proses review pada jurnal SINTA 5 atau SINTA 6, perubahan sistem akreditasi tidak selalu berarti artikel harus langsung ditarik. Keputusan tersebut perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang berkaitan dengan kondisi publikasi.
Dosen perlu melihat status jurnal saat ini, kebijakan penerbit, proses publikasi yang sedang berjalan, serta tujuan akademik dari artikel tersebut.
Apabila artikel ditujukan untuk kebutuhan tertentu seperti kenaikan jabatan akademik atau persyaratan institusi, maka dosen perlu memastikan jurnal yang dipilih sesuai dengan aturan yang berlaku.
Dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu, dosen dapat menentukan strategi publikasi yang lebih tepat tanpa mengambil keputusan secara terburu-buru.
Jangan Hanya Melihat Label SINTA Dalam Menentukan Strategi Publikasi
Perubahan sistem akreditasi jurnal menjadi pengingat bahwa publikasi ilmiah tidak hanya dinilai berdasarkan label peringkat jurnal. Dosen perlu memahami bagaimana status jurnal ditentukan dan bagaimana artikel tersebut digunakan untuk kebutuhan akademik.
Strategi publikasi yang baik membutuhkan pemahaman mengenai pemilihan jurnal, kualitas artikel, serta tujuan publikasi yang ingin dicapai.
Dosen yang memahami proses publikasi secara menyeluruh akan lebih mudah menentukan jurnal yang sesuai. Selain itu, dosen juga dapat menjaga rekam jejak ilmiah agar tetap mendukung perkembangan karier akademik.
Karena itu, publikasi ilmiah tidak hanya berkaitan dengan tempat artikel diterbitkan. Namun, juga berkaitan dengan strategi dalam membangun portofolio akademik yang berkelanjutan.
Baca juga: Cara Cek SINTA Dosen dan Jurnal Nasional Terakreditasi di Laman SINTA
Strategi Publikasi SINTA dan Scopus untuk Membangun Rekam Jejak Akademik
Perubahan aturan publikasi membuat dosen perlu memiliki strategi yang lebih matang dalam memilih jurnal. Dosen perlu memahami bagaimana menentukan target publikasi, menyesuaikan artikel dengan standar jurnal, dan memastikan penelitian memiliki kontribusi akademik.
Melalui E-Course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA Scopus dari Dunia Dosen, dosen akan dipandu memahami strategi publikasi ilmiah secara lebih sistematis.
Program ini membantu dosen memahami proses publikasi mulai dari persiapan artikel, pemilihan jurnal, penyusunan strategi publikasi, hingga meningkatkan peluang artikel diterima.
Dengan strategi yang tepat, publikasi tidak hanya menjadi pemenuhan administrasi akademik. Namun, juga menjadi bagian dari pembangunan rekam jejak penelitian yang lebih kuat.
Ingin memahami strategi memilih jurnal dan meningkatkan peluang publikasi ilmiah diterima? Pahami strategi lengkapnya melalui E-Course Strategi Publikasi Sukses Tembus Jurnal SINTA Scopus untuk membantu dosen menyusun publikasi yang lebih strategis dan mendukung perkembangan karier akademik.













