Dunia Dosen Hadirkan Course OBE untuk Membantu Dosen Memetakan Capaian Pembelajaran dalam RPS

course-obe-rps-capaian-pembelajaran
Dunia Dosen Hadirkan Course OBE untuk Membantu Dosen Memetakan Capaian Pembelajaran dalam RPS

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester atau RPS berbasis Outcome-Based Education membutuhkan pemetaan yang sistematis. Profil lulusan perlu diterjemahkan menjadi Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL, kemudian didistribusikan ke dalam mata kuliah, bahan kajian, aktivitas pembelajaran, hingga asesmen yang dapat mengukur ketercapaian mahasiswa.

Untuk membantu dosen memahami proses tersebut, Dunia Dosen menghadirkan course OBE bertajuk Peta Capaian Pembelajaran: Merancang Mata Kuliah Efektif dalam RPS OBE. E-course ini memberikan panduan praktis mengenai pemetaan capaian pembelajaran dengan pendekatan backward design, mulai dari profil lulusan dan CPL hingga penilaian ketercapaian pembelajaran.

RPS OBE Perlu Menunjukkan Hubungan antara Capaian dan Proses Pembelajaran

RPS merupakan salah satu perangkat yang membantu dosen merencanakan kegiatan pembelajaran selama satu semester. Di dalamnya tidak hanya tercantum materi, tetapi juga capaian yang ingin dibangun, metode yang digunakan, aktivitas mahasiswa, serta mekanisme penilaian.

Pada pendekatan OBE, hubungan tersebut menjadi semakin penting karena pembelajaran berorientasi pada hasil atau learning outcome. Artinya, dosen tidak cukup hanya menentukan apa yang akan diajarkan.

Perencanaan perlu dimulai dengan mempertanyakan kompetensi apa yang seharusnya dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah. Setelah capaian ditentukan, dosen baru dapat merancang materi, metode, aktivitas, dan asesmen yang mendukung tercapainya kompetensi tersebut.

Baca juga: Memahami Format RPS OBE agar Penyusunan Lancar dan Minim Kesalahan 

Tantangan Dosen ketika Merancang Mata Kuliah Berbasis OBE

Penerapan OBE membutuhkan pemahaman terhadap struktur kurikulum sekaligus kemampuan menerjemahkannya ke dalam pembelajaran. Beberapa tantangan dapat muncul ketika dosen mulai menyusun atau mengevaluasi RPS.

1. Menentukan kontribusi mata kuliah terhadap CPL

Satu mata kuliah tidak harus membebankan seluruh CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) kepada mahasiswa. Sebaliknya, mata kuliah perlu memberikan kontribusi yang spesifik dan sesuai dengan perannya.

Tanpa pemetaan, hubungan tersebut dapat menjadi kurang jelas. Akibatnya, kegiatan pembelajaran dan asesmen berpotensi tidak benar-benar mendukung capaian lulusan yang telah ditetapkan.

2. Menghubungkan CPL dengan bahan kajian

Setelah menentukan CPL yang berhubungan dengan mata kuliah, dosen perlu memilih bahan kajian yang mendukung ketercapaian kompetensi tersebut. Materi tidak sebaiknya dipilih hanya karena secara tradisional selalu diajarkan.

Setiap bahan kajian perlu memiliki fungsi yang jelas dalam membantu mahasiswa mengembangkan pengetahuan, keterampilan, atau kemampuan yang menjadi target pembelajaran.

Baca juga: Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Perbedaannya dengan Sub-CPMK

3. Menentukan tingkat kemampuan yang perlu dicapai mahasiswa

Dosen perlu membedakan apakah mahasiswa hanya perlu mengetahui suatu konsep, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, atau menghasilkan sesuatu. Tingkat kemampuan tersebut kemudian memengaruhi strategi pembelajaran dan bentuk asesmen yang digunakan.

4. Memilih aktivitas pembelajaran yang relevan

Jika targetnya adalah kemampuan menganalisis kasus, aktivitas pembelajaran sebaiknya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan analisis.

Jika targetnya adalah kemampuan menghasilkan rancangan atau produk, maka pembelajaran perlu memberi ruang untuk praktik, proyek, atau tugas yang relevan. Karena itu, pemilihan aktivitas harus berangkat dari capaian, bukan semata-mata dari variasi metode mengajar.

5. Menyusun asesmen yang mampu mengukur capaian

Penilaian menjadi bagian penting karena melalui asesmen dosen dapat mengetahui apakah kompetensi telah tercapai. Bentuk asesmen harus sesuai dengan kemampuan yang ingin diukur. Tes tertulis tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk seluruh jenis capaian.

Pada kompetensi tertentu, penilaian dapat memerlukan proyek, presentasi, studi kasus, praktik, portofolio, maupun bentuk tugas lainnya.

Course OBE Membahas Pemetaan Pembelajaran secara Sistematis

E-course Peta Capaian Pembelajaran dirancang untuk membantu peserta memahami hubungan antara filosofi OBE, struktur kurikulum, mata kuliah, hingga evaluasi pembelajaran. Pembelajaran terbagi dalam beberapa fokus utama berikut.

1. Memahami Filosofi OBE Berbasis Learning Outcome

Pemahaman ini penting karena menjadi dasar dalam mengubah cara berpikir mengenai pembelajaran. Perencanaan tidak lagi sekadar berfokus pada jumlah materi yang perlu diberikan, tetapi pada kemampuan nyata yang harus dapat ditunjukkan mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran.

Dari sini, peserta dapat melihat alasan mengapa CPL, aktivitas belajar, dan asesmen harus mempunyai hubungan yang jelas.

Baca juga artikel berikut: Memahami Prinsip dan Karakteristik Kurikulum OBE, serta Implementasinya Melalui RPS

2. Memahami Siklus Kurikulum dari Profil Lulusan hingga RPS

Sebelum menyusun RPS, dosen perlu memahami hubungan antara profil lulusan, CPL, mata kuliah, bahan kajian, dan perencanaan pembelajaran. Course OBE ini membahas alur tersebut secara bertahap sehingga peserta dapat melihat posisi setiap komponen dalam keseluruhan sistem kurikulum.

Pemahaman terhadap siklus ini membantu mencegah kondisi ketika mata kuliah disusun secara mandiri tanpa hubungan yang kuat dengan kompetensi lulusan program studi.

3. Memetakan Distribusi CPL ke Mata Kuliah dan Bahan Kajian

Peserta mempelajari bagaimana capaian program studi dapat didistribusikan kepada mata kuliah sehingga masing-masing memiliki kontribusi yang dapat diidentifikasi. Pemetaan juga dilakukan terhadap bahan kajian.

Melalui proses tersebut, peserta dapat mengevaluasi apakah materi yang diberikan benar-benar relevan dengan kompetensi yang ingin dibentuk atau justru terdapat materi yang kurang mempunyai hubungan dengan target pembelajaran.

4. Menyusun RPS Menggunakan Backward Design

Materi berikutnya membahas penggunaan backward design dan prinsip high expectations. Melalui pendekatan ini, penyusunan pembelajaran dimulai dengan menetapkan hasil akhir yang diharapkan.

Setelah itu, dosen menentukan bukti ketercapaian yang perlu diperoleh melalui asesmen. Aktivitas pembelajaran dan materi kemudian disusun untuk membantu mahasiswa menghasilkan bukti tersebut. Urutan tersebut membantu menjaga konsistensi dalam RPS.

Baca selengkapnya: Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya

5. Mengukur CPL melalui Matriks Penilaian dan Evaluasi

OBE membutuhkan proses evaluasi yang mampu menunjukkan ketercapaian pembelajaran secara terukur. Karena itu, course ini juga membahas penyusunan matriks penilaian, perhitungan nilai, dan evaluasi ketercapaian CPL.

Peserta dapat memahami cara menghubungkan aktivitas asesmen dengan capaian yang diukur. Hasil evaluasi selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan refleksi dan perbaikan pembelajaran pada periode berikutnya.

Dengan demikian, asesmen tidak hanya digunakan untuk menentukan nilai mahasiswa, tetapi juga membantu mengevaluasi efektivitas desain mata kuliah.

Narasumber Memiliki Pengalaman pada Bidang Kurikulum dan Pembelajaran

Materi course OBE disampaikan oleh Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dosen Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang sekaligus Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang.

Latar belakang tersebut relevan dengan fokus pembelajaran karena peserta tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai format RPS, tetapi juga bagaimana RPS ditempatkan dalam sistem kurikulum perguruan tinggi.

Materi disampaikan secara bertahap dari filosofi OBE menuju implementasi teknis dalam penyusunan mata kuliah.

Kombinasi antara perspektif kurikulum dan praktik pembelajaran membantu peserta melihat RPS sebagai bagian dari sistem yang lebih luas, bukan sekadar dokumen administratif yang perlu diselesaikan menjelang semester baru.

Fasilitas Course OBE Mendukung Pembelajaran secara Fleksibel

Dosen memiliki agenda mengajar, penelitian, pengabdian, pembimbingan mahasiswa, hingga pekerjaan administratif. Sistem belajar yang terlalu terikat waktu dapat menyulitkan peserta untuk menyelesaikan materi secara optimal.

Course OBE Dunia Dosen menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung pola belajar yang lebih fleksibel.

1. Lifetime Access untuk Mengulang Materi

Fasilitas ini relevan karena penyusunan atau evaluasi RPS tidak hanya dilakukan sekali. Dosen dapat kembali membuka materi ketika sedang mempersiapkan semester berikutnya, memperbarui mata kuliah, melakukan evaluasi kurikulum, atau mendapatkan tanggung jawab dalam tim pengembangan kurikulum.

Dengan akses jangka panjang, e-course dapat berfungsi sebagai referensi yang dapat digunakan kembali.

2. Pembelajaran Online yang Dapat Diakses secara Mandiri

Materi disampaikan dalam format online sehingga peserta dapat menentukan sendiri waktu belajarnya. Peserta tidak perlu menyesuaikan seluruh aktivitas akademik dengan jadwal kelas sinkron.

Pembelajaran dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan waktu yang tersedia, sehingga dosen dapat tetap menjalankan tridharma tanpa menghentikan proses pengembangan kompetensi.

3. Video Pembelajaran yang Tersusun Bertahap

Fasilitas ini memungkinkan peserta dapat menghentikan tayangan, mencatat bagian tertentu, kemudian mengulang pembahasan yang belum sepenuhnya dipahami.

Fasilitas ini bermanfaat khususnya pada materi teknis seperti pemetaan CPL, backward design, dan penyusunan matriks evaluasi yang membutuhkan pemahaman bertahap.

4. Resume Materi untuk Memudahkan Review

Resume membantu ketika peserta hanya perlu mengingat poin penting tanpa mengulang keseluruhan video. Dalam praktiknya, bahan ringkas tersebut juga dapat digunakan ketika peserta sedang mengembangkan RPS dan membutuhkan referensi cepat mengenai konsep yang telah dipelajari.

5. Panduan Metode Design Down dan Backward Design

Salah satu nilai praktis program adalah pembahasan mengenai pola pikir strategis dalam menyusun kurikulum dari tujuan akhir. Peserta diarahkan untuk melihat profil lulusan dan CPL sebagai titik awal sebelum menentukan struktur pembelajaran.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko RPS yang sekadar mengumpulkan materi tanpa memperlihatkan hubungan dengan kompetensi yang ingin dihasilkan.

6. Panduan Teknis Pengukuran CPL

Peserta juga mendapatkan pembahasan mengenai pengukuran CPL yang dapat digunakan untuk menunjukkan ketercapaian pembelajaran secara lebih objektif.

Kemampuan melakukan pengukuran menjadi penting karena implementasi OBE membutuhkan bukti bahwa kompetensi yang direncanakan benar-benar dievaluasi. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk pengembangan pembelajaran dan kebutuhan evaluasi mutu.

7. Orientasi HOTS dalam Perumusan Capaian

Materi juga memberikan perhatian pada pengembangan capaian yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS. Orientasi tersebut membantu peserta tidak hanya menyusun capaian pada tingkat mengingat atau memahami.

Capaian dapat diarahkan menuju kemampuan menganalisis, mengevaluasi, merancang, atau menghasilkan sesuatu sesuai karakteristik bidang keilmuan.

8. E-Certificate Setelah Menyelesaikan Kelas

Peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran dapat memperoleh e-certificate resmi dari Dunia Dosen. Sertifikat dapat disimpan sebagai dokumentasi kegiatan pengembangan kompetensi dan digunakan sesuai kebutuhan serta kebijakan masing-masing institusi.

9. Fasilitas Utama Termasuk dalam Biaya Pendaftaran

Halaman program menjelaskan bahwa fasilitas pembelajaran utama, termasuk materi, resume, evaluasi, dan e-certificate, telah termasuk dalam biaya pendaftaran.

Peserta dapat memeriksa rincian fasilitas pada halaman kelas sebelum melakukan pendaftaran agar program yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pembelajarannya.

Course OBE Membantu Menghubungkan Kurikulum dengan Praktik Pembelajaran

Implementasi OBE membutuhkan keterhubungan mulai dari profil lulusan hingga pengalaman belajar mahasiswa. Apabila salah satu bagian terputus, capaian pembelajaran dapat tertulis dengan baik dalam dokumen kurikulum tetapi tidak tercermin dalam kegiatan perkuliahan.

Melalui course OBE Peta Capaian Pembelajaran: Merancang Mata Kuliah Efektif dalam RPS OBE, Dunia Dosen menyediakan pembelajaran yang membantu peserta memahami proses tersebut mulai dari filosofi OBE, siklus kurikulum, pemetaan CPL, backward design, hingga pengukuran capaian.

Nilai pembelajaran diperkuat melalui lifetime access, video yang dapat dipelajari secara mandiri, resume materi, kuis evaluasi, panduan pengukuran CPL, diagnostik kurikulum, orientasi HOTS, serta e-certificate setelah seluruh pembelajaran diselesaikan.

Picture of  Ahmad Aziz

Ahmad Aziz

SEO Specialist and Content Editor for Akademi Dunia Dosen.

Scroll to Top