Dunia Dosen Rampungkan Online Coaching RPS melalui RPS OBE Masterclass

online-coaching-rps-obe-masterclass
Dunia Dosen Rampungkan Online Coaching RPS melalui RPS OBE Masterclass

Dalam penerapan Outcome-Based Education atau OBE, penyusunan RPS menjadi semakin kompleks. Dosen perlu menurunkan Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL menjadi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah atau CPMK dan Sub-CPMK yang spesifik, terukur, serta dapat dinilai melalui metode asesmen yang sesuai.

Untuk membantu dosen memahami proses tersebut secara lebih praktis, Dunia Dosen telah menyelenggarakan online coaching RPS bertajuk RPS OBE Masterclass: Workshop Intensif Penyusunan RPS OBE dan Implementasinya. Program berlangsung dalam tiga sesi daring pada 2, 3, dan 9 April 2026 melalui platform Zoom.

Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman mengenai konsep OBE. Peserta juga diarahkan untuk mempraktikkan penyusunan komponen RPS, menyiapkan satu draft RPS OBE, serta memperoleh review dan umpan balik untuk memperbaiki dokumen yang telah disusun.

RPS OBE Tidak Sekadar Memenuhi Kebutuhan Administratif

Pada pendekatan OBE, setiap komponen tersebut harus saling berhubungan. Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL perlu diturunkan menjadi CPMK dan Sub-CPMK, kemudian dihubungkan dengan materi, aktivitas pembelajaran, indikator penilaian, dan instrumen asesmen.

Keselarasan ini dibutuhkan agar proses perkuliahan benar-benar mengarah pada kompetensi yang telah ditetapkan. RPS tidak cukup hanya berisi daftar topik mingguan, tetapi perlu menunjukkan cara setiap aktivitas membantu mahasiswa mencapai hasil pembelajaran.

Melalui penyusunan yang sistematis, RPS dapat digunakan sebagai perangkat pengajaran sekaligus bukti bahwa proses pembelajaran telah dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi berdasarkan capaian yang terukur.

Baca juga: Kurikulum Outcomes Based Education (OBE): Regulasi, Manfaat, Tahap Implementasi

Tantangan Dosen dalam Menyusun RPS Berbasis OBE

Salah satu tantangannya adalah merumuskan CPMK dan Sub-CPMK yang tidak terlalu umum. Rumusan capaian harus menggunakan kemampuan yang dapat diamati dan dinilai sehingga dosen dapat menentukan indikator keberhasilannya.

Tantangan berikutnya terdapat pada proses penyusunan asesmen. Penilaian tidak hanya memberikan nilai akhir, tetapi perlu menghasilkan informasi mengenai tingkat ketercapaian kompetensi mahasiswa. Karena itu, teknik asesmen dan rubrik harus disusun sesuai dengan CPMK dan aktivitas yang diberikan.

Melalui RPS OBE Masterclass, peserta mempelajari hubungan antara CPL, CPMK, Sub-CPMK, metode pembelajaran, asesmen, dan rubrik secara bertahap. Program juga membahas penggunaan case method dan project-based learning dalam pembelajaran berbasis capaian.

Didampingi Ahli Kurikulum dan Pembelajaran Perguruan Tinggi

Program ini menghadirkan Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang, sebagai instruktur.

Dalam perannya di Universitas Negeri Malang, Nuril Munfaridah terlibat dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pembelajaran. Ia juga aktif dalam kajian mengenai bahan ajar, model pembelajaran, asesmen berbasis capaian, dan penerapan OBE di lingkungan perguruan tinggi.

Latar belakang tersebut mendukung proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori. Peserta memperoleh penjelasan mengenai hubungan antara konsep kurikulum dengan penerapannya dalam RPS dan aktivitas pembelajaran.

Kehadiran instruktur yang berpengalaman pada bidang kurikulum memberikan nilai penting dalam proses review. Peserta dapat memperoleh masukan mengenai ketepatan rumusan capaian, hubungan antarkomponen, pemilihan metode, dan kesiapan dokumen untuk diterapkan.

Materi Disusun dari Konsep hingga Praktik Penyusunan RPS

Pembelajaran dalam RPS OBE Masterclass disusun secara berurutan agar peserta dapat memahami dasar OBE sebelum mulai menyusun dokumen.

1. Memahami konsep dan prinsip Outcome-Based Education

Peserta mempelajari prinsip dasar OBE sebagai pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil pembelajaran. Pembahasan membantu peserta memahami bahwa desain perkuliahan perlu dimulai dengan menentukan kemampuan yang harus dikuasai mahasiswa.

Pemahaman tersebut menjadi fondasi sebelum peserta mulai merumuskan CPMK, Sub-CPMK, aktivitas, dan asesmen. Dengan demikian, RPS tidak disusun hanya berdasarkan daftar materi yang ingin disampaikan dosen.

Baca juga: Menyusun RPS Berbasis OBE Bukan Sekadar Rutinitas Administratif, Belajar Lebih dalam Lewat E-Course Dunia Dosen 

2. Memetakan keterkaitan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK

Materi berikutnya membahas cara menurunkan CPL menjadi CPMK dan Sub-CPMK. Peserta mempelajari alur penyusunan capaian agar setiap mata kuliah memberikan kontribusi yang jelas terhadap profil lulusan program studi.

Rumusan tersebut perlu disusun secara spesifik, terukur, dan memungkinkan untuk dinilai. Peserta juga mempelajari penggunaan kata kerja operasional agar capaian tidak berhenti pada pernyataan yang terlalu abstrak.

Baca juga: Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) dan Perbedaannya dengan Sub-CPMK

3. Menyusun struktur pembelajaran berbasis capaian

Setelah menentukan capaian, peserta diarahkan untuk menghubungkannya dengan bahan kajian, tahapan perkuliahan, dan pengalaman belajar mahasiswa.

Struktur pembelajaran perlu menunjukkan hubungan yang konsisten antara kemampuan yang ditargetkan dengan kegiatan yang dijalankan. Setiap materi dan aktivitas harus memiliki fungsi dalam membantu mahasiswa mencapai CPMK atau Sub-CPMK tertentu.

4. Memilih metode pembelajaran yang relevan

Peserta mempelajari cara memilih strategi pembelajaran berdasarkan hasil yang ingin dicapai. Program turut membahas penerapan case method dan project-based learning untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran.

Pemilihan metode tidak hanya didasarkan pada variasi aktivitas. Dosen perlu mempertimbangkan apakah metode tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih dan menunjukkan kompetensi yang ditargetkan.

Baca selengkapnya: 5 Perbedaan Problem Based Learning dan Project Based Learning

5. Menyusun asesmen dan rubrik penilaian

Online coaching RPS ini juga membahas penyusunan teknik asesmen yang selaras dengan CPMK. Peserta diarahkan untuk menentukan bentuk tugas, indikator, kriteria, dan rubrik yang dapat mengukur ketercapaian mahasiswa secara lebih objektif.

Rubrik membantu dosen menjelaskan standar penilaian sejak awal. Mahasiswa dapat mengetahui kualitas pekerjaan yang diharapkan, sedangkan dosen memiliki acuan yang lebih konsisten ketika melakukan evaluasi.

6. Menyiapkan kelengkapan implementasi RPS

Materi tidak berhenti pada penulisan dokumen utama. Peserta juga memperoleh pembahasan mengenai kelengkapan pendukung yang dibutuhkan agar RPS siap diterapkan dalam perkuliahan.

Kelengkapan tersebut dapat membantu dosen menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, dan kebutuhan dokumentasi untuk penjaminan mutu maupun akreditasi.

Baca juga: Tahapan Menyusun RPS OBE dengan Backward Design Beserta Contohnya

7. Menyusun draft RPS melalui workshop

Pada tahap praktik, peserta diarahkan untuk menyusun draft RPS berdasarkan mata kuliah yang diampu. Melalui kegiatan ini, konsep yang telah dipelajari langsung diterapkan dalam dokumen.

Peserta tidak hanya menyelesaikan latihan umum. Hasil workshop diarahkan menjadi draft operasional yang dapat dikembangkan dan digunakan untuk kebutuhan pembelajaran masing-masing.

Review Draft Menjadi Nilai Utama Program

Review membantu mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki, misalnya rumusan CPMK yang belum terukur, hubungan Sub-CPMK yang belum runtut, aktivitas yang belum sesuai dengan capaian, atau asesmen yang belum mampu mengukur kompetensi mahasiswa.

Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran lebih kontekstual. Peserta tidak hanya mempelajari contoh dokumen milik pihak lain, tetapi memperoleh kesempatan untuk mengevaluasi RPS yang berkaitan langsung dengan mata kuliahnya.

Fasilitas Lengkap Mendukung Pembelajaran Selama dan Setelah Kelas

Selain sesi materi dan praktik, peserta mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung. Kelengkapan tersebut dirancang agar proses belajar tidak berhenti setelah sesi Zoom selesai.

1. Tiga sesi Zoom Class dan workshop

Peserta mengikuti tiga sesi pembelajaran daring yang memadukan pemaparan materi, pembahasan contoh, praktik penyusunan, dan diskusi.

Pembagian kelas ke dalam beberapa sesi memungkinkan pembelajaran berlangsung secara bertahap. Peserta memiliki waktu untuk memahami materi dan mengembangkan draft di antara rangkaian kegiatan.

2. Review draft RPS peserta

Fasilitas review memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh masukan terhadap dokumen yang telah dikerjakan.

Nilai fasilitas ini terletak pada umpan balik yang lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing peserta. Dosen dapat mengetahui ketepatan struktur sekaligus bagian yang perlu disempurnakan sebelum RPS digunakan.

3. Materi pembelajaran

Peserta mendapatkan materi yang digunakan selama workshop. Dokumen tersebut dapat dipakai untuk meninjau kembali konsep OBE, tahapan penyusunan, dan hubungan antarkomponen RPS.

Materi juga dapat menjadi referensi ketika peserta perlu menyusun ulang atau memperbarui RPS pada semester berikutnya.

4. Rekaman kelas

Rekaman pembelajaran memungkinkan peserta mengulang penjelasan instruktur setelah kegiatan selesai. Fasilitas ini bermanfaat untuk meninjau pembahasan teknis yang membutuhkan perhatian lebih.

Dengan adanya rekaman, manfaat online coaching RPS tidak terbatas pada sesi langsung. Peserta dapat melanjutkan proses belajar secara mandiri sesuai kebutuhan dan waktu yang tersedia.

5. E-sertifikat pengembangan kompetensi

Peserta paket reguler memperoleh e-sertifikat 32 JP. Sementara itu, paket bundling mencantumkan e-sertifikat 32 JP ditambah 20 JP dari e-course yang termasuk dalam paket.

Sertifikat dapat disimpan sebagai dokumentasi keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan kompetensi sesuai ketentuan administrasi di institusi masing-masing.

6. Grup WhatsApp eksklusif

Grup WhatsApp digunakan untuk mendukung komunikasi selama rangkaian program. Peserta dapat menerima informasi kelas, tautan pembelajaran, dan kebutuhan teknis melalui kanal tersebut.

Keberadaan grup juga menghubungkan peserta dengan komunitas dosen yang memiliki kebutuhan serupa dalam penyusunan serta implementasi RPS OBE.

7. Template RPS OBE

Peserta memperoleh template RPS OBE yang dapat digunakan sebagai referensi ketika menyusun dokumen.

Template membantu peserta memahami penempatan setiap komponen secara lebih konkret. Meskipun tetap perlu disesuaikan dengan mata kuliah dan kebijakan program studi, fasilitas ini dapat mempercepat proses penyusunan awal.

Baca juga: Memahami Format RPS OBE agar Penyusunan Lancar dan Minim Kesalahan 

8. Template dan referensi Buku Ajar OBE

Program juga menyediakan bonus yang berkaitan dengan Buku Ajar OBE. Fasilitas ini membantu peserta melihat hubungan antara RPS dan perangkat pembelajaran pendukung.

RPS dan buku ajar perlu memiliki arah yang konsisten agar materi, aktivitas, dan evaluasi dapat mendukung capaian pembelajaran yang sama.

9. E-course Menyusun RPS Inovatif

Peserta memperoleh bonus e-course yang membahas penyusunan RPS inovatif. Materi tersebut memperluas pembelajaran dari struktur RPS menuju pengembangan kegiatan yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Format e-course memungkinkan materi dipelajari kembali secara mandiri setelah rangkaian coaching selesai.

10. E-course Strategi Praktis Menyusun RPS Berbasis OBE

Kombinasi coaching langsung dan e-course membuat peserta memiliki dua bentuk pembelajaran. Coaching memberikan praktik serta umpan balik, sedangkan e-course menjadi bahan penguatan yang dapat dipelajari sesuai kecepatan masing-masing.

11. Voucher penerbitan buku

Peserta juga mendapatkan voucher penerbitan buku. Fasilitas ini membuka peluang bagi dosen yang ingin mengembangkan materi pembelajaran menjadi buku ajar atau karya akademik lain sesuai ketentuan layanan yang berlaku.

12. Voucher Coaching Clinic Dunia Dosen

Voucher coaching clinic dapat digunakan sebagai akses terhadap program pendampingan Dunia Dosen berikutnya sesuai syarat program. Fasilitas tersebut memberikan jalur pembelajaran lanjutan bagi peserta yang ingin mengembangkan kompetensi pada topik akademik lainnya.

Peserta Menilai Kelas Intensif dan Aplikatif

Pelaksanaan RPS OBE Masterclass memperoleh tanggapan positif dari peserta. M. Hatta menilai kegiatan tersebut intensif dan solutif serta relevan bagi dosen yang perlu menyusun RPS dengan pendekatan OBE untuk kebutuhan standar akreditasi nasional maupun internasional.

Peserta lain, Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa workshop membantu dosen yang baru mulai menerapkan kurikulum OBE. Pembahasan mengenai tabel taksonomi dan kata kerja operasional dinilai membantu dalam merancang indikator serta aktivitas pembelajaran secara lebih tepat.

Tanggapan tersebut menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya menjelaskan konsep. Dosen juga membutuhkan contoh, latihan, ruang diskusi, dan umpan balik agar mampu menerapkan OBE pada perangkat pembelajaran.

Manfaat Program Tetap Dapat Digunakan Setelah Kelas Selesai

Meskipun rangkaian kelas telah selesai dilaksanakan, peserta tetap memiliki materi, rekaman, template, dan bonus e-course yang dapat digunakan untuk melanjutkan proses penyusunan RPS.

Draft yang telah dibuat dapat disempurnakan berdasarkan masukan instruktur. Peserta juga dapat mengadaptasi struktur dan strategi yang dipelajari untuk mata kuliah lain dengan tetap menyesuaikan CPL, karakteristik mahasiswa, serta kebijakan program studi.

Keberadaan materi digital memungkinkan pembelajaran berlangsung lebih panjang daripada jadwal kelas. Ketika menghadapi kebutuhan revisi kurikulum, persiapan semester, evaluasi mutu, atau akreditasi, peserta dapat membuka kembali sumber belajar yang diperoleh.

Kelengkapan fasilitas tersebut memperkuat posisi RPS OBE Masterclass sebagai program berbasis hasil. Nilainya tidak hanya terletak pada sesi daring, tetapi juga pada dokumen, referensi, dan keterampilan yang dapat terus digunakan setelah kegiatan berakhir.

Picture of  Ahmad Aziz

Ahmad Aziz

SEO Specialist and Content Editor for Akademi Dunia Dosen.

Scroll to Top